Rabu, 09 Januari 2013

Cara Budidaya Jamur Merang Dengan Mudah

Cara Budidaya Jamur Merang Dengan Mudah



Sejarah mengatakan bahwa JAMUR telah di konsumsi sejak ribuan tahun yang silam baik itu jamur tiram maupun jamur yang lain. Pada awalnya JAMUR adalah makanan yang biasa di konsumsi oleh raja-raja mesir kemudian menyebar luas menjadi makanan masyarakat umum.
Penduduk di daratan Cina sejak ribuan tahun silam telah menggunakan jamur sebagai bahan obat-obatan. Jamur pertama yang di budidayakan di daratan cina adalah jamur Merang (Volvariella volvaceae) pada pertengahan abad 17.  Di indonesia jamur merang mulai di budidayakan kira-kira sejak tahun 1950 an.
Jamur tiram dapat di olah menjadi berbagai macam masakan, misalnya cah jamur saus tiram, mie ayam jamur dll. Kebutuhan jamur tiram di pasaran terus meningkat sehingga pembudidayaan jamur tiram terus di kembangkan di sana sini. Membudidayakan jamur tiram untuk dijadikan usaha keluarga adalah pilihan yang bagus Sebab usaha jamur tidak ada matinya, kebutuhan pasar akan jamur sangat besar selain untuk di olah menjadi masakan, jamur juga bisa di jadikan bahan obat-obatan.
Jika anda kesulitan mencari bibit jamur merang, anda dapat mencarinya di internet dengan pembelian secara online. Caranya ketikkan saja “Jual bibit jamur merang “ di google, maka anda akan mendapatkan banyak sekali penawaran bibit jamur merang. Nah jika anda berminat membudidayakan jamur  merang, maka anda perlu belajar bagaimana Cara budidaya jamur merang dengan baik. Perhatikan beberapa hal penting di bawah ini :

I. Pembuatan Kumbung
A. Penentuan Lokasi :
1. Sumber jerami
2. Sumber air
3. Jalan

B. Persyaratan Kumbung :
* Dinding dalam dan atas menggunakan plastik polyetilen.
* Dinding luar menggunakan sterofoam.
* Kumbung lebih baik ditempat
C. Perbedaan kumbung :
* Kumbung atas lancip : bila panas maka uap akan mengalir ke samping. Digunakan untuk kumbung yang memiliki satu rak ditengah.
* Kumbung atas datar : uap air akan jatuh ketengah-tengah kumbung. Digunakan untuk kumbung yang memiliki dua rak

II. Media
1. Jerami
2. Kapur CaCO3
3. Dedak
4. Limbah kapas

a) Jerami mengandung :
* Lignin
* Selulosa
* Silicca

b) Alternatif jerami :
* Alang-alang
* Eceng gondok
* Batang jagung
* Kelaras pisang

c) Alternatif limbah kapas :
* Hampas sagu
* Hampas tahu
* Hampas tempe
* Hampas kapuk

III. Pembuatan Kompos
1. Lapisan atas : kompos kapas
2. Lapisan bawah : kompos jerami
IV. Memasukkan Kompos
1. ±10 hari kompos jerami masuk kumbung, simpan setinggi ±40 cm/rak.
2. Lapisi ± 0,5 cm kompos kapas yang telah dikompos selama 1 bulan.
3. Pasteurisasi sampai suhu 70°C, pertahankan 4-5 jam.
4. Penanaman dilakukan bila suhu < 40°C.
V. Pasteurisasi / Steam
1. Lantai kumbung dibersihkan.
2. Peralatan untuk wadah penanaman bibit harus disertakan dalam pasteurisasi.
3. Semua ruang tertutup.
4. Drum pasteurisasi diisi penuh, salurkan pipa ke dalam kumbung.
5. Setelah mencapai 70°C (biasanya setelah 7-8 jam). Suhu dipertahankan selama 4-5 jam
6. Penanaman bibit dilakukan setelah istirahat 1 hari.

Catatan : – bila penyeteaman tidak matang, maka jendela harus dibuka agar amoniak keluar.
- bila penyeteman matang, maka jendela ditutup saja.
Alat Pasteurisasi Jamur.jpg Peralalatan Pasteurisasi

VI. Penanaman Bibit
1. pH diusahakan mencapai 7 / netral.
2. Peralatan untuk penanaman yang telah di pasteurisasi disiapkan untuk diisi bibit.
3. Bibit log dihancurkan agar lembut. ( 1 log untuk 1m2)
4. Bibit ditabur pada 2/3 media dari tinggi media / tengahnya tidak di tabur.
5. Bibit sempilan di tanam di bawah media gulungan sebanyak 2 tempat tanam.
6. Bisa juga dibuat bantalan di tiang danditanami bibit.
7. Hari I : penanaman dilakukan sore hari.
8. Hari II : pertumbuhan miselium diperhatikan.
9. Hari III : – Bila bibit telah keluar miselium, maka langsung disiram.
- Bila bibit belum tumbuh, maka penyiraman dilakukan hari ke 4.
- Penyiraman bibit dilakukan pada tengah hari ± pkl 13.00
10. Hari IV : mulai hari ke 4, pintu & jendela dibuka antara pkl 06.00-06.15.
11. Hari V : jendela dibuka 15°. Pintu di buka pkl 00.00 selama ½ jam.
12. Hari VI : jendela di buka 30 °.
13. Hari VII : jendela di buka 45°.
14. Hari VIII : jendela di buka 60-90° / bila jamur tumbuh besar.
15. Panen selanjutnya jendela dibuka terus sampai selesai.

VII. Pemeliharaan Media
1. Penyiraman dilakukan 3 atau 4 hari setelah tanam.
* untuk mengubah masa vegetatif menjadi masa generatif. Karena penyiraman dilakukan pada siang hari sehingga jamur menjadi stress dan mengubah fase tanam.
2. Temperatur ruangan 34-36°C.
3. Temperatur media 34- 38°C.
4. Bila temperatur media mencapai 38°C atau lebih maka akan tumbuh cendawan Monilia,
tumbuh antara hari ke V – VIII.

VIII. Panen
1. Ciri jamur siap tanam :
* Bila masih ada tonjolan , panen dilakukan keesokan harinya.
* Bila bulat sudah merata , jamur siap panen.
2. Cara panen jamur :
* Lebih baik tidak menggunakan kuku tangan, tetapi menggunakan pisau yang telah disterilkan.
* Tinggalkan / sisakan sedikit pangkal buah jamur yang di panen.
* Media tidak boleh terangkat.
3. Penyebab menurunnya kualitas jamur merang (bercak-bercak):
* Pasteurisasi tidak matang
* Dedak tidak matang
4. Penyebab jamur pecah :
* Suhu terlalu tinggi
* Terlambat waktu panen.

 

Kamis, 29 November 2012

Chord Gitar dan Lirik Lagu Armada - Hargai Aku


Chord Gitar dan Lirik Lagu Armada - Hargai Aku:

Intro: G E Am D G

G       E  Am       D       G E
seringkali kau merendahkan ku
Am      D      Bm      Em
melihat dengan sebelah matamu
Am    D            G
aku bukan siapa-siapa

G        E  Am         D     G E
selalu saja kau anggap ku lemah
Am     D     Bm          Em
merasa hebat dengan yang kau punya
Am         D          G  G7
kau sombongkan itu semua

Chorus :

         C     D         G
coba kau lihat dirimu dahulu
Em          Am    D           G    G7
sebelum kau nilai kurangnya diriku
      C      D        G
apa salahnya hargai diriku
Em           Am    D      C    D
sebelum kau nilai siapa diriku

G       E  Am       D       G E
seringkali kau merendahkan ku
Am      D      Bm      Em
melihat dengan sebelah matamu
Am    D            G
aku bukan siapa-siapa

Chorus :

         C     D         G
coba kau lihat dirimu dahulu
Em          Am    D           G    G7
sebelum kau nilai kurangnya diriku
      C      D        G
apa salahnya hargai diriku
Em           Am    D      G   G7
sebelum kau nilai siapa diriku

Solo: C D G Em Am D G G7
         C C Am D Bm Em Am D G G7

Chorus :

         C     D         G
coba kau lihat dirimu dahulu
Em          Am    D           G    G7
sebelum kau nilai kurangnya diriku
      C      D        Bm 
apa salahnya hargai diriku
Em           Am    D      G
sebelum kau nilai siapa diriku
Em           Am   D       C   D/F#-G
sebelum kau nil

MENJAGA DAN MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP


MENGAPA KITA PERLU MENJAGA DAN MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP….???
Menurutku, sepatutnya dan memang harus kita jaga lingkungan ataupun melestarikannya.,.
karena alam ini adalah titipan yang maha kuasa, dialah yang menciptkan semuanya..
kita hanya bisa menikmati tapi tak bisa menjaganya,,,
Apa kata anak cucu kita jikalau Alam ini sudah hancur dan musnah!!
Mereka tidak bisa menikmatinya…
Oleh karena itu, mulailah dari diri kita untuk melestarikan alam ini, dgn hal paling kecil.. yaitu tdk membuang sampah.. kemudian ada beberapa tips dari saya…
Daur ulang sering-sering. Anda bisa menghemat 1200 kg karbondioksida per tahun hanya dengan mendaur ulang setengah sampah kertas Anda sehari.
Matikan alat elektronik TV, DVD, VCD, MP3, stereo, komputer, games dan alat elektronik lainnya ketika Anda tidak menggunakannya. Anda menghemat beribu-ribu kg karbondioksida per tahun.
mungkin sedkit tapi sangat bermanfaat…
SAVE EARTH SAVE ENERGY
Ingatlah, bahwa alam itu adalah ‘manusia’ (makhluk), dia mengetahui dan  merasakan apa yang telah diperbuat manusia terhadapnya. Ketika kebaikan itu kita berikan kepadanya, maka mereka juga akan memberikan kebaikan kepada kita. Akan tetapi lain, jika kita (manusia) berbuat kezhaliman padanya dan hal itu berjalan terus menerus dan bertahun-tahun, maka tentu ‘rasa sakit’ itu akan semakin mendalam. Sehingga menjadi kemarahan yang luar biasa, dan suatu saat akan menjadi bom waktu yang siap meledak. Boleh jadi apa yang sekarang dirasakan dan dialami bangsa kita merupakan puncak ‘kemarahan’ mereka, dan boleh jadi pula hal itu merupakan sebagian kecil dari awal kemarahannya.
Hutan yang tidak dijaga dan dipelihara dengan baik, maka akan mendatangkan bahaya yang cukup besar bagi kita, paling tidak bagi mereka yang tinggal di sekitarnya. Pembalakan liar, illegal logging, dan seterusnya merupakan perilaku yang merugikan, baik bagi alam, manusia maupun bagi negara. Banjir, tanah longsor dan musibah lainnya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kezhaliman yang kita perbuat.
Hal tersebut pada akhirnya juga berimbas pada terganggunya ekosistem laut. Ekosistem laut yang seharusnya kita jaga demi keseimbangan alam, ternyata tidak bisa kita jaga, karena berbagai perilaku buruk yang telah kita lakukan. Berbagai pencurian terhadap kekayaan laut, transaksi terlarang yang dilakukan di atas atau di dalam laut dan lain se­bagainya, telah menjadikan laut yang pada awalnya menjadi teman yang penuh dengan kemesraan, berubah menjadi musuh yang menyeramkan. Ombak yang cukup tinggi, melalap habis apa saja yang ada di depannya.
Sebenarnya, langsung atau tidak langsung, alam (lingkungan) telah ‘marah’ kepada kita. Secara langsung, alam marah karena perbuatan buruk kita terhadapnya, dan kita tidak pernah berbuat baik kepadanya. Secara tidak langsung, alam marah karena dia terus menerus melihat dan menyaksikan perbuatan zhalim yang kita lakukan setiap hari, baik dalam hubungannya dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Sehingga muncul dibenak ‘pikiran’ mereka: “Kok ada ya manusia seperti itu?”.
Di pihak lain, mungkin saja alam (lingkungan) telah membantu menyadarkan kita untuk kembali kepada jalan kebaikan, membantu kita untuk kembali kepada Tuhan. Ketika manusia telah diingatkan dengan cara baik-baik tetapi tidak kunjung kembali kepada Tuhan, akhirnya mereka mengingatkan manusia dengan kemarahan. Bahkan bisa jadi hal ini merupakan peringatan Tuhan, rasa kasih dan sayang Tuhan (rahman rahim-Nya) kepada kita semua untuk kembali mengingat-Nya, menjalin hubungan yang harmonis dengan-Nya maupun dengan semua makhluk-Nya.
Belajar, belajar dan belajarlah pada alam lingkungan, wahai manusia! Alam adalah guru yang tidak diam, dia selalu mengajari kita dengan berbagai fenomenanya. Akan tetapi, seringkali kita tidak mau tahu dan dengan sengaja mengesampingkannya. Padahal, kita ada dan hidup di dalamnya; mulai dari lahir, dewasa dan lalu mati tetap berada di dalamnya. Kalau demikian, berarti kita adalah anak manusia yang durhaka. Oleh karena itu, janganlah engkau lupa dengan rumahmu, alam ini, wahai manusia!.
Sebagai kalimat terakhir dalam tulisan ini, perlu ditegaskan bahwa perbuatan-perbuatan zhalim baik terhadap alam lingkungan maupun sesama manusia adalah merupakan dosa-dosa sosial. Dosa-dosa yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada Tuhan saja, tetapi juga kepada mereka (alam dan manusia). Zhahara al-fasadu fi al-barri wa al-bahri bima kasabat aydi al-nas (“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh ulah tangan [perbuatan zhalim] manusia”).
Insyaflah, sadarlah wahai manusia, berhentilah berbuat zhalim dan segeralah kembali kepada Tuhan, Allah Swt. dengan taubatan nashuha, karena sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat.